Monday, 16 October 2017

Temu Blogger Pontianak 2017 Bersama Ibu Menteri Kesehatan

Hak warga negara adalah mendapatkan fasilitas pelayanan yang baik dari negara karena kesehatan adalah hak asasi manusia. Begitulah hal yang disampaikan menteri kesehatan, Ibu Nila Farid Moeloek dalam acara temu blogger kesehatan 2017 di Hotel Harris Pontianak, 12 Oktober lalu. Dalam kesempatan itu, kami diperkenalkan juga dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Apa sajakah bentuknya? Fokus kegiatan yang dapat dilakukan pada tahun 2017 yaitu melakukan aktivitas fisik, mengkonsumsi sayur dan buah serta memeriksa kesehatan secara berkala. Selain daripada itu kegiatan dengan tema “Mata Sehat Investasi Bangsa” tersebut memberikan pengetahuan yang sangat penting bagi kami di Blogger Pontianak dalam pentingnya menjaga kesehatan mata serta kesadaran akan apa yang harus dilakukan saat menemukan orang yang butuh bantuan dalam menderita penyakit mata.
Selfie bersama Ibu Menteri Kesehatan
 Riset kesehatan daerah Kalimantan Barat menunjukkan pada tahun 2013 bahwa gangguan penglihatan masyarakat sebesar 15,5% (775 ribu jiwa) dan dengan angka kebutaan 0,3% (15 ribu jiwa) dengan penyebab kebutaan karena katarak sebanyak 70-80%. Gangguan penglihatan dapat dicegah sebesar 80%, namun kesadaran masyarakat untuk mencegah masih sangat rendah. 10% anak usia sekolah mengalami gangguan penglihatan dengan angka pemakaian kacamata koreksi masih sangat rendah yaitu 12,5%.
Selain daripada itu penyebab kebutaan di Kalbar umumnya adalah katarak, dengan angka penderita katarak unilateral di Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Sambas sebesar 0,9% lalu diikuti Kabupaten Kayong Utara sebesar 0,8%. Untuk penderita katarak bilateral di Kabupaten Sambas 3,9%, Kabupaten Kayong Utara 3,2%, urutan terakhir kota Pontianak 3,0%.
Dokter mata yang menjadi pembicara dalam temu blogger kali ini, dr. Aldiana Halim mengatakan betapa penting bantuan masyarakat umum dalam membantu orang yang mengalami gangguan penglihatan. Kita bisa membantu dengan melakukan uji coba menunjukkan jari dengan jarak 6 meter. Jika orang tidak bisa menghitung jari tanpa kacamata dengan jarak 6 meter berarti dia mengalami gangguan penglihatan sedangkan jika tidak bisa melihat atau bahkan menghitung jumlah jari dalam jarak 3 meter berarti mengalami kebutaan. 
Temu Blogger Kesehatan 2017
 Beliau berharap masyarakat sadar untuk segera memeriksakan kesehatan matanya saat merasakan suatu gejala kebutaan maupun gangguan penglihatan lainnya. Hal tersebut diharapkan mampu menurunkan angka kebutaan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat. Banyak masyarakat berasumsi bahwa kebutaan maupun gangguan penglihatan yang mereka alami itu merupakan faktor usia, padahal seharusnya masih bisa dicegah dengan segera berobat. Untuk pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat sudah tersedia puskesmas sebanyak 244, rumah sakit 46, klinik spesialis mata 2, dokter spesialis mata 18 orang, jumlah posyandu 4575 dan posbindu 872. Semoga dengan banyaknya tempat pelayanan kesehatan menjadikan masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan hak hidup sehat.

Sunday, 1 October 2017

Tema Kabukimono New Honda CBR250RR Special Edition

Motor edisi spesial dengan tema The Art of Kabuki ini menggambarkan budaya tradisional ‘Kabukimono” yang berasal dari era Sengoku sekitar akhir abad 15-16 Masehi. Era tersebut dikenal dengan Samurai yang menjadi ikon pemberani dan tangguh saat mengabadikan dirinya untuk masyarakat. Budaya yang diusungnya pun memiliki keunikan dan menjadi tren saat ini. Filosofi budaya Kabukimono ini sejalan dengan Honda CBR250RR saat ini yang tengah menjadi model paling diminati di segmennya dan juga berhasil mengukir sejarah baru motor sport di Indonesia.
New Honda CBR250RR Special Edition, The Art of Kabuki


Sisi kanan New Honda CBR250RR Special Edition, The Art of Kabuki
Marketing Manager Astra Motor, Suryanto Wirawan mengatakan pecinta motor tipe sport ingin semakin bangga saat berkendara dengan motor yang menampilkan karakter yang unik serta sesuai tren terkini. Penyematan khas The Art of Kabuki pada New Honda CBR250RR Special Edition ini diharapkan dengan menyuguhkan kebanggaan baru yang khas bagi pemiliknya. Beliau juga nmengatakan sejak kehadiran perdananya di dunia, New Honda CBR250RR disambut antusias dan membuka lembaran baru sejarah pasar supersport 250cc. Honda optimis edisi khusus dengan tampilan unik ini akan semakin meningkatkan ikatan emosional pengguna dengan motor favoritenya. Desain terbaru ini akan menjadi kebanggan pecinta motor supersport tanah air melengkapi beragam fitur dan teknologi terbaik yang disematkan. Untuk tahun ini hanya ada 100 Unit New Honda CBR250RR Special Edition untuk seluruh Indonesia, dimana untuk area Kalimantan Barat dapat segera dipesan di dealer Wing Honda, Astra Motor Pontianak.
Desain terbaru motor supersport produksi anak bangsa ini juga disertai dengan goresan khas yang menggambarkan peta Indonesia. Edisi khusus ini hadir untuk merayakan satu tahun kehadiran New Honda CBR250RR dengan filosofi “Total Control" dan diharapkan akan menjadi tren saat ini.
Goresan gambar peta Indonesia di bagian bawah Honda CBR250RR The Art of Kabuki
Honda CBR250RR menghasilkan tenaga maksimal 28.5kW (38.7PS)/12.500rpm dan torsi maksimum hingga 23.3Nm (2.4kgf.m)/11.000rpm berkat penyematan mesin generasi terbaru 250cc liquid-cooled 4-stroke DOHC 8-valve,paralel twin cylinder. Honda CBR250RR menjadi model paling ringan dikelasnya dengan bobot 165kg untuk tipe standar (STD) dan 168kg untuk tipe ABS berkat penyematan rangka teralis terbaru dan mesin compact.
Detail pada bagian belakang New Honda CBR250RR The Art of Kabuki

Detail pada bagian belakang New Honda CBR250RR The Art of Kabuki
Didukung dengan bobot ringan dan bertenaga, akselerasi Honda CBR250RR sangat luar biasa. Motor ini hanya butuh waktu 8,65 detik untuk mencapai jarak 200m dan mampu mencapai kecepatan puncak hingga 170kpj (kilometer per jam). Keseluruhan konsep “Total Control” sebagai filosofi dasar dari pengembangan motor supersport Honda tidak hanya menghadirkan akselerasi tinggi namun juga memberikan performa yang menyenangkan bagi pengendara.
New Honda CBR250RR Special Edition, The Art of Kabuki tipe ABS dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Pontianak Rp 71.560.000,- melengkapi pilihan warna Anchor Graymetallic dan Mat Gunpowder Black Metallic dipasarkan dengan harga OTR Pontianak Rp 70.950.000,- untuk tipe STD (standar) dan Rp 64.960.000,- untuk tipe ABS. Sementara itu untuk Honda Racing Red dipasarkan dengan harga OTR Pontianak Rp 71.560.000,- untuk tipe STD dan Rp 65.560.000,- untuk tipe ABS dan Repsol Edition tipe ABS dipasarkan dengan harga Rp 73.800.000,-.
New Honda CBR250RR Special Edition, The Art of Kabuki. Doc: @Honeylizious

New Honda CBR250RR Special Edition, The Art of Kabuki.

Monday, 11 September 2017

Honda Bikers Day Tahun ke-9 Regional Kalimantan

Ajang kumpul klub dan komunitas motor memang selalu meriah dan ramai diminati. Sama halnya yang digelar oleh kerjasama Astra Honda Motor dan PT. Astra International.Tbk-Honda selaku Main Dealer area Kalimantan Barat. Dalam gelaran Honda Bikers Day 2017 Region Kalimantan ini dihadiri sebanyak 439 klub motor dari seluruh Kalimantan, dimana Komunitas Honda asal Kalbar sebanyak 65 klub, komunitas non Honda sebanyak 324 klub dan komunitas di luar Kalbar sebanyak 50 klub.
Menurut Region Head Astra Motor Pontianak, Arnanto Gunara, acara Honda Bikers Days (HBD) ini merupakan tahun yang ke-9 di mana Pontianak sebagai tuan rumah dan nantinya akan diselenggarakan di Yogyakarta untuk ajang nasional. Acara HBD ini bertujuan untuk menguatkan brotherhood sesama bikers sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kecintaan masyarakat khususnya para bikers terhadap sepeda motor Honda.
Pontianak, sebagai tuan rumah tahun ini menyelenggarakan di Rumah Radakng pada Sabtu, 9 September 2017. Salah satu kegiatan yang dilakukan sebelum menuju acara puncak yaitu para peserta melakukan program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan memberikan sumbangan ke surau At-Taqwa di Desa Arang Limbung, Kubu Raya. Selain memberikan sumbangan, terdapat juga aksi penanaman bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang dilaksanakan di lokasi halaman terbuka depan surau.
Selain program CSR banyak kegiatan yang diadakan di area Rumah Radakng ini dengan tersedia stand-stand untuk peserta yaitu stand Total Control, Fun & Stylish, Street, Art, HGP, Bazaar Spare parts, Lapak Bikers, Cari Aman, Service, Riding Test, Photobooth, Kuliner, Games Corner, Stand Para Komunitas, Stand Perwakilan Bikers Kalimantan hingga stand Barber bagi pengunjung yang ingin memangkas rambutnya.
Selesai menyalakan meriam karbit saat acara Honda Biker Days

Acara pembukaan diiringi dengan tarian Melayu dari Sanggar Kijang Berantai dan di akhiri dengan sesi menyalakan meriam kabit sebagai tanda telah dibukanya acara HBD ke-9 Region Kalimantan. Pada siang hari terdapat juga deklarasi komunitas oleh ketua HWBC yang dibawakan oleh Verza Riders Club Indonesia dan Grand Rider Pontianak setelah itu terdapat pula perayaan anniversary 2 klub motor yaitu Verza Riders Club Indonesia dan Supra Rider Pontianak. Hingga malam hari masih dilanjutkan dengan performance Honda Apparel Bikers Show, New Community Declaration, Dangdut Performance, Model Show Performance hingga penampilan Reagge Music.
Tarian Melayu dari sanggar Kijang Berantai

Booth/stand Merchandise dan Registrasi

Booth/Stand acara Honda Bikers Day Region Kalimantan

Honda Bikers Show

Sunday, 10 September 2017

Rumah Pohon di Kaki Gunung Sari Singkawang

Memasuki minggu kedua di bulan September, saya merasa sedikit bosan. Bosan dengan kejenuhan kembali ke kota ingin secepatnya kembali ke pegunungan. Pagi ini hujan sejak dini Hari. Kadang lebat kadang gerimis. Sedikit menyegarkan suasana hati dan jiwa. Kusempatkan untuk menulis cerita minggu lalu berkunjung ke sebuah taman indah namun sederhana di Kota Wisata. Dimana lagi kalau bukan Kota Singkawang. Kota yang bergelar kota Seribu klenteng ini memiliki banyak taman untuk bersantai selain Taman Cinta dan Taman Bunga Bougenville. Taman Gunung Sari, begitu tanda nama lumayan besar yang berdiri tegak saat kita memasuki area parkir di kaki Gunung Sari. Gunung Sari dulunya Gunung (Bukit) yang menjadi ciri khas Kota Singkawang selain gunung Poteng, gunung Passi dan gunung Raya. Mengapa sebagai ciri khas Singkawang? Karena sekitar belasan tahun lalu gunung ini dipasangkan tulisan besar "Singkawang" di lerengnya seperti Hollywood. 
Rumah Pohon di Taman Gunung Sari
Taman Gunung Sari kembali menjadi buah bibir saat sekarang ditambah fasilitas bersantai dan spot foto yang berbesar. Taman yang terletak di jalan Taman Sari. Memasuki area hutan dan jalan aspal yang mulai mengecil tak jauh dari pusat kota. Saat memasuki taman kita disuguhkan dengan jalan tangga sedikit menanjak dan terus menanjak melewati gerbang dedaunan dan di beberapa titik terdapat ayunan dan tempat duduk. Namun sayang sepertinya ada beberapa pengunjung yang masih belum sadar akan kebersihan lingkungan walaupun sudah tersedia tong sampah. Semakin ke atas pemandangan yang tampak semakin indah. Di puncak taman ini ada beberapa "saung" atau pondok tempat bersantai sambil menikmati hamparan Cagar Alam Raya-Passi di kejauhan.

Beberapa tempat bersantai dan berkumpul di Taman Gunung Sari
Sedikit menarik dan berbeda dengan taman lain, Taman Gunung Sari menyediakan dua rumah pohon sederhana yang diberi tangga menempel. Sedikit membuat kaki bergetar walaupun hanya dengan ketinggian 6 dan 8 meter. Saat itu saya mencoba ketinggian 8 meter. Sedikit berbahaya dan saya ingatkan bagi yang ingin mencoba sebaiknya memiliki keberanian yang tinggi dikarenakan saat memanjat ini tanpa pengaman tali.
Saya sesekali memanjat tebing, tetapi saat memanjat ini kaki sedikit bergetar dan saat tiba di atas muka memucat. Terima kasih travelmate saya saat itu, Multi, yang memberi semangat setapak demi setapak di atas tangga dan mengambil beberapa foto dari kejauhan. Tiba di atas rumah pohon dengan berdebar-debar saya memandang ke arah Gunung Jempol atau yang juga dikenal dengan Gunung Poteng.
Hamparan hijau dan awan yang memutih tampak indah memukau. Hari itu memang mendung dan rintik saat kami naik. Sengaja saya ambil kesempatan untuk singgah sebelum mengerjakan sesuatu di kota ini. Beruntung, ada Travelmate yang bersedia menemani dan mengajak berkeliling. Banyak apresiasi buat LEPPAMI Singkawang dan Dinas Pariwisata Kota Singkawang karena sudah memperindah taman ini, semoga ke depannya makin banyak fasilitas untuk warga Kota Singkawang maupun masyarakat Kalbar. Oh iya, sekedar tambahan gunung ini cocok untuk pendaki pemula dan pencinta trail running sebagai tempat lari atau hanya sekedar jogging. Sampai bertemu di cerita berikutnya! :)
Parkiran sekaligus gerbang masuk di Taman Gunung Sari

Thursday, 15 June 2017

Beruntung Aku Memanggilnya Bapak

Seorang ayah pastinya memberikan kesan yang berbeda-beda terhadap seorang anak. Perhatian seorang ayah tidak sama dengan seorang Ibu yang multitasking. Ayah seperti sosok dibalik layar yang menyiapkan segala sesuatu dan memberi perhatian dengan caranya sendiri. Apapun hasil keringatnya menjadi bulir-bulir rezeki yang akan menjadi darah daging anak istrinya.
Bapakku. Seorang tukang bangunan yang aku sayang.

Beberapa orang biasanya memanggil sosok itu ayah, abah, babe, uwak, papa atau bapak. Beruntung aku memanggilnya bapak. Bapakku sosok yang pendiam sehingga membuat orang akan tertarik mendengarkan saat dia berbicara. Bapak orang pertama yang sibuk bertanya saat salah satu anggota keluarganya tidak ada di rumah saat dia pulang. Bapak hobi memasak. Dulu, waktu kecil, beliau suka memasak seafood untukku. Saat aku demam dialah orang pertama yang menyiapkan buah di meja untuk menghibur sakit tubuhku. Bapak juga orang yang pemurah yang akan selalu berbagi makanan walau hanya sedikit yang dia punya. Dia akan membawa pulang dua buah apel pemberian temannya dan diberikan ke kami anak-anaknya. Dibagi sama rata.
Saat aku menghabiskan masa studi di Pontianak seringkali aku merindukan perhatian-perhatian beliau. Saat aku pulang kampung, dia suka sekali masak ikan asap dan sambal goreng. Dia tahu itu makanan kesukaanku. Bagiku bapak punya sesuatu yang bapak-bapak lain tidak punya. Dia merasa kurang saat pulang rumah dengan tangan kosong. Dia akan pulang membawa sesuatu walaupun hanya dengan sebuah jeruk di tangannya. Sekarang, aku sangat rindu beliau. Rindu masakannya yang paling penting. Rindu ingin kembali ke masa kecil. Saat dia pulang membawa coklat batangan seharga seratus rupiah, rindu saat dia menjemput pulang sekolah menggunakan jas hujan saat anak yang lain masih menunggu orangtuanya, rindu diajak makan bakso bersama ibu setiap malam minggu, rindu saat dia pulang membawakan sebuah boneka tabungan berbentuk panda untukku belajar menabung.
Boneka tabungan hadiah Bapak sejak 20 tahun lalu.

Begitu aku bangga memiliki orangtua sepertinya walaupun di mata orang-orang dia mungkin sosok yang sangat banyak kekurangan. Dan aku sedikit kecewa dengan diriku sendiri belum bisa memberikan kebahagiaan. Dia yang selalu mengalah dalam hal apapun agar kami merasakan yang orang lain tidak rasakan. Dia selalu mengingatkan kami agar selalu berbagi makanan ke orang lain. Dia orang yang selalu sibuk menyiapkan bekal untuk aku kembali lagi ke Pontianak saat liburan telah usai. Dia orang yang kreatif, bisa mengolah makanan sederhana menjadi sangat enak.
Hanya cerita sosok beliau yang bisa aku bagikan bersama teman-teman, khususnya teman di Komunitas Blogger Pontianak. Dan tidak akan pernah menggambarkan semua rasa kerinduanku akan sosok dia. Tidak akan bisa tergantikan oleh siapapun. Dia orang pertama yang terlintas dalam benakku saat aku melihat seorang bapak tua di tepi jalan maupun di mana saja. Semoga dengan adanya cerita ini dapat memberikan pencerahan bagi teman-teman yang kurang menghargai sosok orangtua laki-lakinya. Masih banyak sosok di luar sana yang butuh sosok seorang ayah. Dan aku punya Haniardi, nama bapakku yang selalu aku sayang. Pelukannya mungkin hanya dulu yang aku rasakan saat aku kecil, tapi perhatian dan kerja kerasnya sampai kapanpun akan tetap membekas di jiwa kami, anak-anaknya. Semoga lebaran kali ini aku bisa memberikan sesuatu kepadanya. Sesuatu yang bisa menambah sedikit senyum wajah tuanya. Sehat terus ya Pak. Beri anakmu ini kesempatan untuk membahagiakan kalian berdua serta menghabiskan waktu di masa tua kalian.

Thursday, 25 May 2017

Warna Warni Tepian Kapuas di Kampung Wisata Kuantan

Sungai memang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat yang tinggal di tepiannya. Selain menjadi sarana lalu lintas dan tempat mencari rezeki, tidak menutup kemungkinan sungai juga sebagai aset daerah yang menjadi nilai jual untuk dijadikan tempat wisata. Di tulisan saya sebelumnya saya berbagi cerita tentang wisata menyusuri Sungai Kapuas di malam hari menggunakan Kapal bandong. Selain menyusuri dengan duduk di atas Kapal kecil, kita juga bisa sambil berjalan kaki ke perkampungan warga di tepi sungai. Akhir-akhir ini daerah tepi Sungai Kapuas di Pontianak Selatan terlihat lebih berwarna. Tepatnya saat kita memasuki gang Kuantan. Sebuah gang di Jalan Imam Bonjol. Beberapa komunitas berinisiatif untuk menambahkan beberapa warna di rumah, gerta' (jembatan) serta tembok jalan bahkan warung di sepanjang tepi sungai.

 Kampung Wisata Kuantan Pontianak yang penuh warna. Foto: @blogsteguh
Gerbang Kampung Wisata Kuantan di Pontianak Tenggara. Foto: @blogsteguh

Jembatan yang berwarna warni di Kampung Wisata Kuantan
Awalnya terdapat tempat nongkrong di daerah ini yang di beri nama Gerta' coffe dan Tepian Sungai Kapuas. Menyediakan snack dan minuman hangat maupun dingin untuk menemani saat menikmati senja serta pemandangan Sungai Kapuas yang dari kejauhan beberapa pemudi tampak bermain kano. Wisata sungai Kapuas sekarang bukan hanya canoeing tetapi juga wisata kampung Kuantan. Begitu orang-orang menyebutnya. Tampak beberapa pondasi kayu yang tertancap di kedalaman sungai sebagai tempat pembuatan dan peletakan meriam karbit. Meriam yang menjadi tradisi akan ditembakkan saat menyambut Idul Fitri.
Tempat bersantai Gerta' Coffee di Kampung Wisata Kuantan
Bermain kano. Salah satu wisata Sungai Kapuas.
Saat tiba di ujung gang kita akan disambut Sungai Kapuas dan jembatan yang mengarahkan kita ke gerbang kampung wisata Kuantan dan hamparan jembatan yang dilukis dengan berbagai pola warni warni. Sebuah cafe terbuka tampak di tepiannya. Dihiasi ornamen lampu dan hiasan kayu tanpa atap hanya terdapat meja dan kursi. Saat melewati cafe itu kita akan disuguhkan pemukiman warga yang padat yang didominasi rumah kayu dan beberapa tembok yang sudah dihiasi kreativitas dari komunitas gravity. Tampak mencolok namun indah. Beberapa pesan tulisan untuk tidak membuang sampah di parit/sungai serta ucapan selamat datang. Dari kejauhan tampak jembatan Kapuas melintang di atas Sungai terpanjang di Indonesia ini. Angin sepoi-sepoi dan alunan lagu menemani beberapa pengunjung yang datang untuk bersantai atau hanya sekedar mengabadikan momen berwarna mereka.
Salah satu dinding rumah warga yang bertuliskan pesan berwarna.

Anak kecil yang sedang menikmati waktu mandi mereka di Sungai Kapuas
Walaupun jembatan yang dijadikan tempat lalu lalang warga terbilang sempit namun warga di sana maklum dan ikut menerima wilayah mereka dijadikan tempat wisata yang kini ramai dikunjungi. Anak-anak kecil tampak mandi dan bersalto ria terjun ke sungai. Kami dan beberapa pengunjung tidak ingin ketinggalan momen memotret keasyikan mereka. Beberapa perahu nelayan dan mereka yang berlomba mendayung Kano tampak mulai remang. Di satu sudut tampak pot-pot bunga kecil yang terbuat dari botol bekas juga tampak menghiasi dengan penuh warna. Sore hari merupakan momen yang tepat untuk berkunjung ke tempat ini. Selain menghindari sengatan matahari yang cukup panas juga kita akan melihat senja di atas sungai Kapuas hingga kerlap kerlip lampu yang menghiasi daerah sekeliling. Tips untuk berkunjung ke sini bagi yang tidak bisa berenang lebih baik agar sedikit berhati-hati dan tetap menghormati warga sekitar saat memotret maupun sekedar melintas di jembatan serta jangan buang sampah sembarangan! Sampai bertemu di Kampung Wisata Kuantan. :)
Jendela rumah warga bertuliskan pesan larangan membuang sampah sembarangan.
Hiasan pot berwarna-warni di Kampung Wisata Kuantan. Foto: @blogsteguh
Gerta' atau jembatan yang diwarnai dengan berbagai motif.

Friday, 19 May 2017

Berbagi Momen Traveling akan Mudah dengan Layanan 4G XL Axiata

Traveling tentunya akan terasa kurang jika kita tidak mengambil gambar dan sharing ke dunia maya. Apalagi jika kita mengunjungi Wisata kota. Berbicara mengenai dunia maya pasti tidak luput perbincangan akses internet yang cepat agar memudahkan kita membagikan momen, berkomunikasi serta berbagi info. Kota Pontianak salah satu Kota Wisata di Kalimantan Barat yang menjadi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara dengan beragam kuliner maupun wisata budayanya. Di waktu ini, banyak orang menggunakan aplikasi yang menyediakan fitur live. Update informasi atau momen traveling secepat mungkin. Pertanyaannya dapatkan kita live di momen berharga saat traveling bila koneksi kurang lancar atau kurang cepat?? Dukungan dari jaringan koneksi yang cepat pasti akan memanjakan semua pengguna hape android saat ini. Kabar baiknya, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus melanjutkan perluasan layanan 4G LTE ke berbagai wilayah Nusantara termasuk Kalimantan Barat yang sudah mendapatkan kesempatan untuk bisa memanfaatkan layanan internet cepat ini sejak April 2017.
Kata Sambutan Wakil Walikota Pontianak, Bapak Edi Rusdi Kamtono

Pada Press Conference Peluncuran Layanan 4G LTE di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis siang (18/5), turut hadir Chief of Commerce XL Axiata - Kirill Mankovski, GM LTE Execution Assurance XL Axiata - Ronhugo Verry Leonard Tambunan, GM Finance & Management Services XL Axiata North Region – Mozes Haryanto Baottong dan Regional Marketing Manager (RMM) XL Axiata North Region – Luce Lolo. Bapak Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono juga ikut hadir dalam menyampaikan apresiasi serta harapan atas peningkatan layanan data XL di Kota Pontianak. Beberapa area publik di Pontianak yang sudah terjangkau layanan 4G LTE dari XL adalah Pusat Pemerintahan Kota Pontianak, Universitas Tanjungpura, Mall Ayani, HP Center Katulistiwa Plaza, Pelabuhan Pontianak, ALun-alun Kapuas, Tugu Katulistiwa, Taman Digulis, Bandar Udara Supadio, Area Kopi Central Gadjah Mada, dan lain-lain. Beruntungnya, area publik itu merupakan aset Wisata kota Pontianak yang sedang ramai dilewati dan dikunjungi oleh para wisatawan.
Selain Kota Pontianak, Kota serta Kabupaten lainnya juga pasti membutuhkan peningkatan layanan data demi untuk mendongkrak tempat wisata daerah masing-masing. Kedelapan kota/kabupaten yang termasuk ke wilayah Kalimantan Barat yang kini terjangkau jaringan layanan 4G LTE adalah Kota Pontianak, Kab. Kubu Raya, Kab. Ketapang, Kab. Pontianak, Kab. Bengkayang, Kab. Sambas, Kota Singkawang, dan Kab. Sanggau. Secara bertahap, XL Axiata akan terus meningkatkan kualitas jaringan dengan menambah area cakupan layanan di setiap kota, termasuk menambah jumlah BTS 4G. Saat ini, total BTS 4G yang telah tersedia di seluruh Kalbar adalah 36 BTS 4G dan akan segera bertambah 94 BTS 4G lainnya. Cakupan layanan 4G LTE diprioritaskan di area-area yang memang paling membutuhkan akses internet cepat dan Data digital, seperti pusat pemerintahan, bisnis, perdagangan, area publik, dan pendidikan.
Total jumlah pelanggan XL Axiata di seluruh Kalbar lebih dari 225 ribu pelanggan. Sebanyak 73% di antaranya secara aktif menggunakan layanan Data. Kenaikan trafik layanan data terutama dipicu oleh akses fitur video dan akses ke berbagai media sosial. Hal inilah yang mmenjadikan alasan utama dalam peningkatan jaringan data XL 4G LTE, akses pada konten-konten berkapasitas besar akan lebih baik, cepat, dan stabil. Keunggulan ini akan sangat cocok untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, selain Wisata juga akan mendukung kinerja bisnis perorangan maupun usaha kecil menengah.
Daftar Harga Paket Data Internet XL
Hingga akhir tahun 2017 nanti akan ada 38 kabupaten/kota di Kalimantan yang akan menikmati layanan 4G LTE dari XL. Kabupaten/kota lain di wilayah Kalimantan yang akan mendapatkan layanan 4G LTE antara lain adalah Barito Kuala, Kutai Kartanegara, Balangan, Barito Selatan, Barito Timur, Berau, Bulungan, Gunung Mas, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kapuas, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kutai Barat, Kutai Timur, Nunukan, Pasir, Penajam Paser Utara, Pulang Pisau, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin, Kota Baru, Kota Bontang, dan Kota Tarakan. Lalu, bagaimana dengan harga paket datanya? Dalam mendukung penetrasi dan melayani kebutuhan jaringan 4G, paket Xtra Combo Lite hadir untuk memberikan pengalaman Xtra kepada pelanggan melalui beragam pilihan. 11GB + 15 menit ke semua operator di harga 55 ribu, 21 GB + 15 menit ke semua operator 85 ribu, 31 GB + 15 menit ke semua operator 105 ribu. Untuk memperoleh paket ini, dapat langsung mengunjungi toko pulsa terdekat.