Posts

Nikmatnya Mie Sagu Khas Pontianak di Bakso & Bakmie Pak Usu

Image
Di masa kecil saya mengenal sagu saat bapak selalu suka membuat olahan sagu seperti lem, dikasi kelapa parut lalu dicampur gula pasir. Saat hujan, beliau suka membuat olahan sagu tersebut. Kala itu saya suka berkelakar itu adalah lem yang rasanya manis. Hahaha. Selain itu masyarakat Sambas juga pastinya kenal dengan lempeng sagu. Lempeng ya seperti lempengan, jadi lempengan sagu, kering yang dimasak tanpa minyak menggunakan wajan lebar, dimakan dengan dicocol menggunakan gula merah atau sambil menghirup kopi. Tahun terus berganti, saya mengenyam pendidikan di Pontianak ternyata baru mengenal yang namanya Mie Sagu. Ya, Mie yang berasal dari sagu, teksturnya seperti cendol memanjang dan berwarna keruh. Yang pastinya beda banget dengan makanan khas daerah Indonesia Timur, Papeda dengan kuah kuningnya. Mie sagu malah berkuah bening mendekati keruh dengan campuran ebi dan sayuran, mienya besar-besar dan pastinya kenyal.

Pertama kali mencicipi mie sagu saya pikir rasanya manis, dan saya ku…

Bakmie Kepiting Pak Usu, Bakmi Halal Khas Pontianak

Image
Saat mendengar kata bakmie yang tepikirkan oleh saya adalah mie berwarna kuning, yang tidak begitu saya sukai dibandingkan mie kecil berwarna putih. Tidak begitu suka bukan berarti membenci ya. Karena terkadang mie berwarna kuning itu teksturnya kurang kenyal alias kaku, besar dan rasanya butuh usaha lebih sebelum dikunyah. Hehehe. Saya lebih menyukai mie dengan ukuran kecil yang lembut dan kenyal. Setelah menonton film Aruna dan Lidahnya, saya semakin penasaran ingin mencoba Bakmie Kepiting, sudah sering mendengar bahkan sudah 8 tahun hidup di Pontianak tapi belum berani menyicipnya. Kasian ya akunya. Hahaha. Hingga akhirnya punya satu moment untuk menyicipnya langsung. Bukan kali pertama menyicip Bakmie, ada bakmie lain di kota Pontianak maupun daerah Kalbar lainnya, tapi Bakmie Kepiting Pak Usu adalah salah satu yang wajib dirasa. Sempat booming setelah nongol di film Aruna dan Lidahnya, menggoda banyak orang dengan capit kepiting yang bertengger di atas mangkus beserta daging kep…

D'Flora Kosmetik Untuk Make Up Flawless Saat Traveling

Image
Mengenal make up pertama kali bagi saya adalah ketika senang melihat pengantin. Seni merias wajah di wajah pengantin memberikan sensasi bahagia sendiri. Meski sejak sekolah hingga kuliah saya lebih dikenal dengan anak yang tomboy, tidak pernah memakai lipstick dan bedak, apalagi foundation. Berbeda hal dengan sekarang, sejak aktif bekerja sebagai freelance travel guide, aktif di sosial media dan memiliki kesibukan di bidang kosmetik membuat saya semakin tertarik mengikuti perkembangan make up.
Saya merupakan tipe pemuja make up karakter, sesuai hati nurani ya begitu, namun hal tersebut berbanding terbalik dengan kebiasaan sehari-hari. Pemuja di media sosial saja, tapi aplikasi sesungguhnya adalah aliran make up flawless. Saya yang berada di lingkungan komunitas yang mengharuskan kesana kemari, aktif, dan bahkan termasuk ke dalam circle pendaki gunung. hehe. Nggak mungkin dong harus pake foundation tebal saat nanjak? Dan untuk saat ini juga bekerja sebagai admin di sebuah klinik hewan…

Krim Black Jam: Atasi Kulit Kering dan Penuaan Dini

Image