Posts

Showing posts from March, 2017

Gong Perdamaian Menggema di Kota Singkawang dan Ambon

Image
Tulisan saya kali ini akan bercerita sedikit tentang keberadaan gong di Indonesia. Bukan sembarang gong, gong ini melambangkan kerukunan antar umat dan suku yang ada di Indonesia. Kebetulan, saya pernah bertemu dua di antaranya. Satu Gong Perdamaian Nusantara dan satu lagi Gong Perdamaian Dunia (World Peace Gong). Mengapa ada gong-gong tersebut? Menurut Djuyoto Suntani sebagai Presiden Komite Perdamaian Dunia, menyimak sejarah suku bangsa dunia, yaitu bangsa Lemuria yang diyakini hidup di kawasan Gunung Muria, Provinsi Jawa Tengah. Bangsa Lemuria merupakan bangsa dengan peradaban besar pada masa 60.000 tahun sebelum Masehi sebelum bumi yang dulunya satu daratan terpecah-pecah begitu pula dengan bangsa Lemuria yang ikut berpencar. Berdasarkan keyakinan induk peradaban manusia berasal dari bangsa Lemuria, maka beliau mencanangkan Jawa Tengah sebagai provinsi perdamaian. Juga dengan adanya keyakinan Jawa Tengah sebagai pusatnya Nusantara muncullah ide pembuatan icon perdamaian dunia …

Indahnya Pantai Kura-kura di Sungai Raya Kepulauan Bengkayang

Image
Pantai Kura-kura yang terletak di Tanjung Gondol Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang memang termasuk salah satu pantai yang cukup indah di daerah Pantai Utara Kalimantan Barat. Baru-baru ini pintu masuk menuju pantai dibangun sebuah patung kura-kura yang cukup besar. Seperti kura-kura ninja, sang kura-kura berdiri di tepi jalan raya menuju Kota singkawang jika kita melakukan perjalanan dari Ibu Kota Provinsi. Berjarak kurang lebih 115 Km dari Kota Pontianak tempat ini cukup mudah didatangi sekitar 3 jam perjalanan menggunakan motor. Saat memasuki pos masuk di bagian dalam kita akan dipungut biaya masuk Rp 5000 - Rp 10.000.
Pantai ini belum banyak pembangunan seperti pantai lainnya kecuali Pembangkit Tenaga Listrik, dan beberapa warung serta pondok kecil (saung) yang sengaja dibuat menggunakan bahan alami berupa kayu dan bambu berderet rapi di sepanjang tepi pantai untuk tempat berteduh dan menikmati pemandangan. Mengapa disebut pantai Kura-kura? Menurut cerita, dahul…

Jangan Lewatkan! Hari Tanpa Bayangan, Pesona Kulminasi Matahari

Image
Kulminasi jika kita artikan melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti puncak atau titik tertinggi. Di Kota Khatulistiwa sudah tidak asing dengan fenomena kulminasi. Namun bukan berarti Kota Pontianak berada di titik tertinggi, melainkan Pontianak sebagai satu-satunya Kota yg tepat dilewati garis Equator atau garis Khatulistiwa. Oleh karena itu Pontianak beruntungnya mengalami fenomena kulminasi, di mana posisi matahari berada tepat di garis Equator. Fenomena ini terjadi 2 kali dalam setahun. Fenomena alam yang juga sangat erat kaitannya dengan gerak semu matahari ini yang terjadi pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September setiap tahunnya.
Di bulan Maret ini Pemerintah Kota Pontianak kembali mengadakan event tahunan dalam menyambut detik-detik kulminasi. Saat matahari berada tepat di garis Khatulistiwa, maka kita akan melihat semua benda hidup maupun mati tidak akan mempunyai bayangan. Melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Pesona Kulminasi Matahari pertama di tahun i…

Batu Daya, Bukit Unta Raksasa Kalimantan Barat

Image
Bukit Unta atau biasa dikenal dengan Batu Daya merupakan bukit batu terbesar yang ada setelah bukit Kelam di Sintang. Bukit ini terletak di Desa Batu Daya Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Ketapang. Untuk menuju ke sana kita bisa melalui dua rute perjalanan. Rute air dan darat. Rute perjalanan air memerlukan waktu yang sedikit panjang dibandingkan jalur darat yang hanya menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam. Memulai perjalanan dari ibu kota provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, untuk jalur air kita akan melalui pelabuhan kapal klotok di Rasau Jaya. Perjalanan air memakan waktu 12 jam untuk tiba di teluk Melano. Lalu perjalanan akan kita lanjutkan menggunakan sepeda boat kurang lebih 45 menit perjalanan. Menyusuri sungai Matan, kita akan tiba di Desa Matan dan masih harus menyusuri jalan tanah perkebunan. Biasanya kita bisa menumpang atau carter truk yang kebetulan melintas di lahan perkebunan. Bukan hal yang aneh jika kita lihat di kiri dan kanan perjalanan hampir keseluruhan lahan …

Kapal Bandong dan Wisata Malam Sungai Kapuas

Image
Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat memiliki banyak sekali sungai. Dari yang terkecil hingga yang terpanjang. Sungai Kapuas, sungai yang paling populer di Kalimantan Barat bahkan Indonesia ini mengambil nama dari hulu asal muasal airnya, Kapuas Hulu. Air yang bersumber dari Pegunungan Muller dengan panjang 1.143 km ini menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat Dayak dan Melayu di sepanjang aliran sungai. Sungai Kapuas merupakan ikon penting Kalimantan Barat yang membelah hulu Kalbar hingga ke muaranya. Sungai terpanjang di Indonesia ini menjadi sarana penting dalam lalu lintas transportasi air bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Pontianak. Selain sebagai sarana penunjang transportasi dan perkembangan ekonomi masyarakat (contohnya tambak ikan), sungai Kapuas juga saat ini mulai dikembangkan untuk tempat wisata. Wisata air secara khususnya.
Banyak tempat wisata yang mengedepankan sungai sebagai tempat wisatanya, sebagai contoh; wisata kuliner di pasar terapung, canoe…

Wisata Edukasi, Taman Mangrove Mempawah

Image
Beberapa waktu lalu sebelum berkunjung ke Singkawang Mangrove Park yang terletak di Desa Setapuk, saya juga berkunjung ke Taman Mangrove lainnya yang berada di Kabupaten Mempawah. Taman mangrove yang terletak di sebelah Taman Makam Pahlawan Kota Mempawah ini sudah cukup lama ada. Berjarak sekitar 70 km dari Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak. Biaya yang dipungut saat untuk memasuki wisata yang terletak di tepi pantai ini sebesar Rp 5000 untuk umum dan gratis bagi pelajar SMP hingga anak-anak. Mangrove Park ini diresmikan pada tanggal 23 Agustus 2016.

Mempawah Mangrove Park dikelola oleh Mempawah Mangrove Conservation (MMC) yang dipimpin oleh Raja Fajar Azansyah. Pria kelahiran Tanjungpinang Kepulauan Riau ini pernah mengenyam pendidikan S1 Manajemen Pariwisata di STIEPAR YAPARI AKTRIPA Bandung Angkatan 1997. Beliau sekarang sebagai Kasi Pariwisata di Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata di Kabupaten Mempawah. Menjadikan hutan mangrove sebagai pusat konservasi …

Cerita Bulan Ramadhan Bersama Penyu Paloh

Image
Menjelang kurang dari 100 hari lagi menyambut bulan suci Ramadhan banyak yang sedang mempersiapkan segala sesuatu. Menyiapkan diri akan kewajiban sebagai seorang hamba Allah menjadi prioritas utama. Terkadang bagi beberapa orang setelah bulan suci Ramadhan akan merencanakan liburan bersama keluarga karena waktu berlibur yang sangat singkat untuk kembali ke rutinitas harian. Masuk sekolah bagi pelajar dan kembali ke kantor bagi yang bekerja. Adakah yang berwisata atau traveling saat bulan puasa? Sebagian orang mungkin berpikir ulang untuk melakukan perjalanan jauh hanya untuk bersenang-senang. Namun, bagi saya dan beberapa teman yang kala itu sedang asiknya kuliah dan sibuk di organisasi kadang mengisi waktu liburan kuliah dengan kegiatan liburan pribadi dikatakan cukup sulit. Kami sering meluangkan waktu berkegiatan di alam bebas namun bukan untuk “me time”.
Muncul ide saat itu di tahun 2012, bulan puasa saya dan seorang travelmate ingin pergi ke ekor borneo, begitu kata orang-orang.…